Berbagi Senyum dengan Malaikat-Malaikat Kecil

by : Wiranty Prayoga Ningmandira PATRA16092

Pada 21 Januari 2018 lalu, aku dan teman-teman dari PATRA kembali bermain bersama anak-anak di Rumah Singgah Rabbani, Cikutra. Main-main kami kali ini dibungkus dengan nama Day-2 Patra One for One. Bukan tanpa alasan mengapa kami memilih untuk menghabiskan hari minggu kami bersama mereka, melainkan karena kami merindukan ‘rasa’ yang membebaskan namun tak mampu dijelaskan. Perasaan sederhana, sebenarnya. Sesederhana bahagia karena berbagi.

Ketika sampai di rumah Singgah Rabbani, kami langsung disambut oleh wajah bahagia anak-anak diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, “kak hari ini kita mau ngapain?” dan “kak ayo main!” yang langsung aku jawab dengan, “Pokoknya asyik deh!”

Kegiatan ini dimulai dengan doa dan makan bersama, dilanjutkan dengan menonton film animasi cerita rakyat Lutung Kasarung. Ohiya, di Day-2 Patra One for One kali ini kami mengangkat tema kebudayaan. Alasannya sederhana, agar anak-anak tau dan tidak lupa akan kebudayaan Indonesia yang beragam. setelah menonton cerita Lutung Kasarung, anak-anak diminta mereview kembali mengenai cerita tersebut, siapa yang berani tentunya diberi hadiah berupa permen. selain itu, dibahas juga nilai-nilai apa saja yang bisa diambil dari cerita tersebut, seperti kejujuran, kegigihan, dan masih banyak lagi.

Aku senang sekali melihat anak-anak yang antusias memerhatikan layar, meskipun sebenarnya aku tidak tau apakah mereka tertarik dengan cerita Lutung Kasarung atau mungkin takjub dengan benda bernama proyektor yang mungkin jarang mereka temui di sekolahnya.

Selanjutnya mereka dibagi ke beberapa kelompok, mereka diminta untuk melakukan story telling dari cerita rakyat lain yang sudah disediakan oleh kami. Anak-anak dikelompokku bernama Adel, Vina, Lala, dan Nurul.

Selain story telling, kami juga bermain permainan tradisional seperti ular naga, pak polisi, dan masih banyak lagi. semuanya merasa senang dan bahagia sampai akhirnya ada satu anak perempuan yang jatuh dan menangis. tapi tak apa, bukannya kalau belum jatuh berarti belum seru, setuju?

selanjutnya ketika jam sudah menujukkan waktu ashar, kami pun pamit pulang. yang membuatku senang, ketika aku berjalan ke pintu keluar, Vina mengejar dan memelukku, sambil berkata, “Kak besok kesini lagi yaa” yang langsung aku jawab dengan semangat dan senyum, “PASTI!”

Adel, Vina, Lala, dan Nurul.

Dulu, aku pernah bertanya kepada diriku sendiri, apa yang aku dapatkan dari berbagi?

Apakah aku akan menjadi kaya?

Apakah aku akan dikenal?

Kurasa tidak.

aku masih sama, tetap harus hemat supaya tidak menyusahkan ayah dan ibu di akhir bulan.

aku masih sama, masih tidak disanjung maupun dipuja-puja orang lain.

Namun ternyata, ada hal lain yang kita dapatkan dari berbagi,

dan salah satunya adalah membuat mereka tersenyum,