Radial Jet Drilling

by : Maria Yohana T.

Teknik Pemboran horizontal dan teknik-teknik komplesi yang terbaru sudah sangat membantu meningkatkan produksi di lapangan. Namun, seringkali teknik traditional tersebut masih sangat mahal dan tidak cocok di beberapa lapangan, khususnya lapangan marjinal (lapangan yang tidak berproduksi cukup untuk meraup keuntungan di waktu yang diberikan). Harga untuk melakukan teknik tradisional tersebut saja mulai dari 1 sampai 10 juta dollar hanya untuk satu sumur. Maka dari tu dibutuhkan teknik unkonvensional seperti Radial Jet Drilling, atau disingkat RJD.

Apa itu RJD? Singkatnya RJD adalah teknik pemboran unkonvensional yang menggunakan energy jet dari fluida dengan kecepatan tinggi untuk melakukan pemboran. Sebenarnya konsep ini sudah ada sejak tahun 1960 dan bisa dilakukan pada reservoir konvensional maupun unkonvensional, namun dahulu aplikasinya sangat terbatas dan hasilnya tidak menguntungkan karena teknik injeksi abrasive yang belum mumpuni. Kali ini akan dibahas perkembangan teknologi, aplikasi maupun prosedur terbaru dari teknik RJD

Tidak seperti pengeboran konvensional, teknik pemboran RJD tidak memakai konvensional bit dan sistem fluida pengeboran, namun memakai coiled tubing unit dan nozzle yang disambung dengan hose bertekanan tinggi. Prosesnya adalah seperti ini:

1. Memasukkan coiled tubing kedalam produksi tubing. Coiled tubing telah diinstall dengan deflector shoe (untuk pembelokan). Orientasi arah ini juga dibantu dengan gyro.

2. Jika komplesi di lakukan dengan casing yang telah disemen, maka coiled tubing harus disertakan dengan cutter, namun jika komplesi di lubang terbukan (open-hole completion) tidak perlu menurunkan alat cutter. Cutter berguna untuk membolongi casing dan semen, agar bisa melanjutkan pemboran. Cutter ini mendapat tenaga dari downhole motor. Setelah dipakai cutter ini dicabut dan diganti dengan hose dan jetting nozzle.

3. Deflector shoe ini diarahkan kembali untuk melanjutkan pengeboran secara lateral. Juga seringkali menggunakan centralizer untuk meningkatkan stabilitas.

4. Hose bertekanan tinggi mulai mensirkulasi air berkecepatan tinggi untuk mengerosi dan mengebor lapisan (dari depan nozzle). Tekanan tinggi hose yang berasal dari belakang nozzle mendorong nozzle ke lapisan lateral (ke depan) dan untuk memperlebar bolongan pemboran.

5. Setelah selesai mengebor ke kejauhnan yang diinginkan. nozzle ditarik keluar, membersihkan lobang yang dilaluinya.

6. Proses ini dapat diulang kembali untuk mengebor lapisan di arah lain.

Diameter radial pemboran kira-kira 1–2 inchi dan jauh perforasinya lebih dari 300 ft (gambar 1). Pemboran radial ini dilakukan di banyak lepisan di suatu sumur yang sama. Mekanisme cutting juga tidak harus dengan cutter namun bisa dilakukan dengan nozzle dengan jetting fluida yang dicampur dengan zat aditif. Mekanisme RJD ini mengelurakan fluida dengan kecepatan fluida sampai 1000 fps dan menghasilkan penurunan tekanan sampai 10000 psia. Jetting nozzle ini biasanya berdiameter 0.5 inch-0.75 inch dengan panjang 1 inch (gambar 2). Fluida yang diinjeksikan dari hose melalui jet nozzle ini mengandung partikel abrasif/butir kasar yang ditujukan ke spot kecil. Fluida juga menjadi lubrikan dan untuk mengurangi panas akibat friksi. Biasanya RJD adalah air, namun diesel bisa digunakan untuk mengatasi masalah clay swelling dan meningkatkan waktu penetrasi dengan menjadi solvent. Bisa juga digunakan asam HCL untuk formasi karbonat.

RJD gambar 1
Gambar 1
RJD gambar 2
Gambar 2

Teknik RJD ini menguntungkan karena dapat mengurangi kerusakan formasi. RJD bisa mengganti proses well stimulation dan mengurangi harga dengan mengurangi service logging. RJD ini ekonomis juga untuk sumur vertikal yang menggunakan teknik komplesi open-hole. Keuntungan RJD yang lain, yaitu: mengurangi waktu untuk mencabut tubing produksi, tidak perlu rig yang besar, tidak memerlukan mud pits, tidak perlu sirkulasi mud untuk perforasi, tidak perlu teknik stimulasi tambahan, prosesnya cepat (bisa mengebor satu sumur hanya dalam 2 hari), tidak diperlukan service logging tambahan , tidak eprlu mengganti konfigurasi sumur.

Teknik RJD namun juga memiliki limitasi, antara lain, susah untuk melakukan penetrasi dengan porositas kurang dari 3%. RJD hanya bisa dilakukan dengan kedalaman 4000–9000 ft. Temperature bottom hole tidak bisa lebih dari 120 ⁰C. Inklinasi tidak lebih dari 3⁰⁰. Standard logging tool tidak akan muat didalam lubang pemboran yang kecil. Susah mengontrol dalam arah direksional. Susah dilakukan di lapisan heterogen misal yang memliki pataha, rekahan, dan lainnya.

Perkembangan RJD ini terbilang masih sangat baru dan butuh investigasi dan penelitian lebih lanjut, untuk mengatasi limitasi yang ada. Lewat studi kasus yang telah dilakukan di berbagai lapangan di USA, Egypt dan China, telah terbukti teknik RJD ini menunjukkan peningkatan produksi. Kesimpulannya RJD ini bisa menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan produksi untuk sumur baru maupun sumur workover lebih dari 1000 ft. RJD merupakan teknik yang cepat dan menguntungkan khususnya untuk lapangan marjinal.

RJD gambar 3

Gambar 3

Sumber:

www.definitions.uslegal.com

SPE-183740-MS.pdf