Managing Tangguh Big Gas Wells – 4th Technical Guest Lecture Review

by : Siptian Nugrahawan (PATRA 14056)

Dalam dunia perminyakan ada beberapa jenis sumur yang digunakan untuk mengambil sumber daya minyak dan gas yang salah satunya adalah sumur gas (gas wells). Di Indonesia sendiri terdapat salah satu lapangan gas yang sangat besar yang terletak di bagian timur Indonesia yaitu Lapangan Tangguh. Pada kuliah tamu (guest lecture) kali ini dibahas mengenai bagaimana mengatur dan memanajemen sumur yang ada agar gas yang diproduksi dapat diperoleh secara optimal.

Tangguh Overview

Lapangan Tangguh terletak di Teluk Bintuni, Papua Barat. Tangguh memiliki 2 platform dengan 13 sumur aktif berproduksi. Selain produksi utama yaitu gas, lapangan ini juga memiliki produk sampingan berupa kondensat. Dari hasil produksi ini gas disalurkan lewat pipeline dengan ukuran 2 x 24” ke Onshore Receiving Unit yang hasilnya dipisahkan antara gas dan kondensat. Gas akan disalurkan ke LNG plant yang kemudian dilanjutkan ke LNG tanks dan akhirnya ke LNG for sales. Sedangkan hasil sampingan kondensat akan ditampung pada Condensate Tank dan akhirnya disalurkan untuk Condensate for sales.

Tangguh Contribution for Indonesia

Lapangan ini merupakan lapangan terbesar di Indonesia dengan produksi gas kurang lebih sebesar 1,400 MMscfd atau setara 17,5% dari seluruh produksi gas Indonesia (pada tahun 2015) atau setara juga dengan kurang lebih 116 LNG Cargo (pada tahun 2015). Apabila jumlah produksi ini dikonversi ke dalam bentuk uang akan menghasilkan harga sebesar IDR 30,1 triliun (konversi dilakukan pada tahun 2015 dengan 1 USD ~ IDR 13000).

Kemudian apabila ditinjau berdasarkan negara yang melakukan ekspor LNG dan market share, Indonesia memiliki kontribusi produksi LNG sebesar 16,6 MTPA (metric ton per annum) atau sebesar 6,4% dunia dengan jumlah tertinggi yaitu Qatar, Australia, dan Malaysia yang masing-masing memiliki kontribusi sebesar 29,9%, 17,2%, dan 9,7%. Dari produksi LNG Indonesia sebesar 16,6 MTPA tersebut, produksi LNG Tangguh sebesar 7,6 MTPA yang setara dengan 45% produksi LNG Indonesia. Hal ini menunjukkan seberapa vital dan pentingnya kontribusi lapangan Tangguh untuk Indonesia.

How big Tangguh is?

Berdasarkan target dan realisasi produksi gas KKKS Semester 2017, BP Tangguh terdiri dari 9–13 online wells dengan 1 wells berproduksi sekitar 180–200 MMscfd. Dan juga ketika dibandingkan dengan lapangan lain 2–3 sumur di BP Tangguh sama dengan 1 PSC total gas produksi. Statistik ini menunjukkan seberapa besarnya Lapangan Tangguh di Indonesia.

Production Engineering application in Tangguh

Dalam kuliah tamu ini, penjelasan lebih ditekankan peran dan apa yang dapat dilakukan oleh seorang petroleum engineering dalam menjadi bagian pada pengelolaan lapangan Tangguh. Hal yang perlu ditinjau antara lain:

1. Completion Strategy

2. Production Surveillance

a. Gas/condensate/water production

Produksi air pada sumur gas berdampak pada pengurangan produksi, menambah potensi produksi pasir (sand), dan juga adanya batasan pada peralatan seperti separator yang membuat desain perlu dilakukan seefisien mungkin.

b. Sand Management

Sand management sangat diperlukan untuk mengatasi atau menanggulangi adanya masalah kepasiran (sand problem). Masalah kepasiran dapat mengakibatkan berkurangnya produksi , erosi pada tubing, dan erosi pada flowline.

c. Production Facilities Optimization

Optimisasi dalam produksi dapat ditingkatkan dari segi fasilitas yang digunakan. Fasilitas dalam hal ini merupakan LNG Plant Lay Out yang terdiri dari Gas Supply, ORF, AGRU, H2O & Removal, Liquefaction, dan LNG Storage. Masing-masing peralatan tersebut saling berkesinambungan dan berurutan untuk menghasilkan produksi yang optimal.

3. Production Optimization

Dari ketiga hal tersebut setiap metode perlu dilakukan secara paralel, produksi tidak akan optimal ketika terdapat bagian yang kurang maksimal atau tidak dilakukan. Apabila ditinjau secara lebih luas, untuk memanajemen suatu lapangan perlu ditinjau dari banyak sisi baik manajemen, personal maupun keteknikan.