Basic Well Integrity Surveillance and Logging – 3rd Technical Guest Lecture

Dalam Kuliah Tamu kali ini, dibahas mengenai pembahasan mendalam tentang well logging dan well integrity. Beberapa pertimbangan yang harus dilihat dala melihat kekonomisan dalam mengolah well integrity diantaranya :

  1. Identifikasi pay zone. Pay zone adalah zona dimana objek tersebut berada (dalam hal ini hidrokarbon)
  2. Seberapa efektif hidrokarbon tersebut dialirkan
  3. Apakah masih ada hidrokarbon
  4. Seberapa banyak hidrokarbon yang bisa diproduksi

Selain parameter-parameter diatas, perlu juga dipertimbangkan produktivitas dan laju recovery dari sumur tersebut, karena bila produktivitasnya rendah, sumur tersebut tidak ekonomis untuk dilakukan well integrity dan logging. Faktor yang mempengaruhinya diantaranya :

  1. Permeabilitas batuan
  2. Besar natural drives
  3. Viskositas hidrokarbon
  4. Wellbore damage
  5. Well integrity (x-flow, leaking)
  6. Identifikasi hidrokarbon

Walaupun sumur tersebut telah memenuhi syarat produktivitas dan keekonomian, manajemen sumur tetap memiliki tantangan besar, tantangan-tantangan tersebut diantaranya :

  1. Gathering and analysing data -> masalah tersulit
  2. Competency
  3. Equipment availability

Well Logging

· Logging merupakan metode untuk mengetahui kondisi reservoir, diantaranya

Gamma ray log

Metode logging dengan menggunakan sinar gamma. Sinar ini akan bereaksi dengan kalium/potassium, thorium, dan uranium. Sehingga dari log ini bisa mendeteksi lapisan yang mengandung unsur tersebut, contohnya seperti shale yang mengandung kalium. Semakin tinggi gamma ray, makin tinggi kandungan kalium, berarti besar kemungkinan lapisan shale.

Density log

Metode logging untuk mengetahui densitas. Makin besar density log biasanya menandakan banyak batuan, sehingga porositasnya kecil.

3. Resistivity log

Metode logging untuk mengetahui resistivitas. Resistivitas kecil sering dikaitkan dengan air, resistivitas besar dikaitkan dengan hidrokarbon

· Identifikasi Well Integrity

Cement Bond Log (CBL)

o Cement Bond Log (CBL) merupakan metode logging untuk mengetahui kekuatan cement. Prinsip kerja CBL dianalogikan seperti lonceng yang dipukul dengan cement sebagai peredam di sekitarnya. Semakin kuat/padat cement, gelombang suara yang dihasilkan akan semakin teredam.

o Nyaring atau redamnya gelombang ini diukur dalam satuan milivolt ataupun decibel. Cement dikatakan acceptable apabila gelombangnya di bawah 10 milivolt.

o Pada waveform component kita juga bisa tahu posisi perbatasan antara cement dengan formasi.

o Limitation:

CBL hanya bisa mendeteksi lubang/rongga di tepi cement, tidak bisa mendeteksi rongga yang terdapat di tengah-tengah cement

§ Production Logging Tool (PLT)

o Pressure

o Temperature

o Spinner

o Caliper

o Capacitance

o Fluid Density

o GR-CCL

Kendala yang sering dihadapi

o Walau cement dianggap bagus, tapi belum tentu acceptable

o Kondisi di lapangan sangat dinamis

o Channeling behind casing

CBL menunjukkan hasil yang bagus (cement kuat dan merata), tapi ternyata setelah produksi sumur dipenuhi oleh air. Hal ini disebabkan productivity index yang terlampau besar, tekanan drawdown tinggi, sehingga cement bisa pecah.

Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat menggunakan Acoustic Leak Flow Analyser. Alat ini menggunakan sensor akustik untuk mengukur suara yang dihasilkan downhole. Pengukuran dilakukan pada rentang frekuensi yang lebar, sehingga efektif dalam mendeteksi kebocoran serta mendeteksi berbagai jenis aliran gas, air, atau oli, termasuk flow behind pipe.

· Identifikasi Downhole Tubing Integrity

Method : Magnetic Thickness Detector

Prinsip kerjanya alat ini akan menginduksi besi (tubing) sehingga besi tersebut akan memberikan magnetisasi balik. Apabila besinya banyak makin besar magnetisasinya. Dari sini bisa terlihat apakah besi sudah terkikis ataupun terkorosi, sehingga kita juga bisa tahu berapa sisa tebal tubing rata-rata.

Reservoir Monitoring Challenge:

– Cased hole environment

– Completion string masih di dalam

o Pulse Neutron Instituent

Dapat memancarkan neutron tapi dapat di-off kan

· Kesimpulan

  • Tidak ada alat yang sempurna
  • Kemajuan dalam teknologi memungkinkan identifikasi akurat dari berbagai kondisi di bawah permukaan
  • CBL dan PLT belum sepenuhnya memadai dalam mengukur well integrity.