Tujuh Belasan HMTM PATRA ITB

Tujuh belas Agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka –           

  1. Mutahar (Hari Merdeka)

Tujuh belas Agustus 1945 adalah hari yang sangat penting dan menjadi puncak perjuangan Indonesia untuk bebas dari penjajahan Belanda maupun Jepang, karena pada hari itu, sekitar pukul 10:00, Ir. Soekarno dengan bangga memproklamasikan kemerdekaan Indonesia , diiringi dengan perasaan sukacita di dalam hati seluruh rakyat Indonesia.

HMTM PATRA ITB, sebagai salah satu himpunan jurusan di Institut Teknologi Bandung, turut memperingati serta merayakan hari bersejarah tersebut. Pada tanggal 20 Agustus 2017, acara tujuh belasan PATRA diselenggarakan oleh Divisi Eklips HMTM PATRA ITB. Perayaan tujuh belasan sudah menjadi tradisi di HMTM PATRA ITB dan dirayakan setiap tahun dengan cara yang mirip tapi beda. Kemiripannya yaitu tujuannya, di mana tujuan acara tersebut adalah merayakan hari kemerdekaan Indonesia sekaligus memepererat hubungan antar massa HMTM PATRA ITB. Sedangkan perbedaannya adalah konsep acara yang diadakan tiap tahunnya.

Perayaan tahun ini di mulai dengan mengibarkan Sang Saka Merah Putih diiringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, yaitu Indonesia Raya. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan berbagai perlombaan menarik yang telah dipersiapkan Divisi Eklips, mulai dari Lomba makan kerupuk , lomba memasukkan pensil ke botol, lomba mencari kelereng dalam baskom tepung, lomba menebak lagu, lomba membawa kelereng dengan sendok hingga lomba membawa balon berpasangan. Salah satu yang unik dari permainan tersebut terletak pada lomba menebak lagu, di mana lagu yang ditanyakan adalah lagu wajib. Ini bertujuan agar massa HMTM PATRA ITB kembali mengenang lagu-lagu wajib tersebut dan suasana kemerdekaan terasa di sore hari yang sejuk itu.

Partisipasi massa HMTM PATRA ITB dalam acara tujuh belasan lumayan tinggi dibuktikan dengan kehadiran massa yang dua kali lipat ekspektasi dan massa yang sangat antusias akan lomba yang telah dipersiapkan. Bahkan, masing-masing lomba diadakan lebih dari dua kloter dikarenakan massa yang membludak yang ingin mengikuti perlombaan tersebut. Hadiah dari perlombaan juga tidak main-main, berupa kalung , mulai dari kalung beng-beng, kalung nabati, hingga kalung yuppie untuk juara 3. Sungguh berkesan karena hadiah tersebut sangat bisa untuk dikonsumsi bersama.

Perayaan tujuh belasan itu diakhiri dengan bakar-bakar sate. Panitia menyediakan 500 tusuk sate dan lontong untuk dikonsumsi massa PATRA yang hadir pada acara ini. Setelah makan-makan, tidak lupa massa PATRA menutup malam itu dengan meneriakkan yel-yel terbaik PATRA.