Aspaltene Inhibitor in Enhanced Oil Recovery Application

Hadi Winarto

PATRA14047

Divisi Keprofesian dan Keilmuan HMTM “PATRA” ITB 2016/2017

Gambar 1. Asphaltene deposition in tubing and reservoir (Sumber: https://www.onepetro.org)

Asphaltin merupakan makromolekul tak jenuh berbentuk heterosiklik. Kandungan utama dari asphaltin yaitu karbon, hydrogen yang memiliki kandungan minor yaitu sulfur, nitrogen oksigen dan beberapa logam berat. Umumnya aspaltin terkandung di dalam crude oil. Namun karena beberapa faktor seperti adanya penurunan tekanan, perubahan pH ataupun perubahan temperature menyebabkan asphaltin terflokulasi dan mengendap di matrix batuan, pipa-pipa ataupun di surface facilities.

Gambar 2. Inhibitor adsorption process (Sumber: https://www.onepetro.org)

Metode Adsorption Asphaltene Inhibitor

Pada mulanya, untuk menghilangkan asphaltin di dalam crude oil, pelarut asphaltin dimasukkan ke dalam formasi menggunakan coiled tubing. Pelarut tersebut akan masuk ke pori-pori matriks di dalam formasi dan secara perlahan-lahan akan melarutkan asphaltin. Dan pada akhirnya pelarut akan ikut terproduksi bersama dengan asphaltin. Hal ini menyebabkan treatment ini harus dilakukan secara berkala. Frekuensi dari treatment ini juga akan semakin cepat seiriing menurunnya tekanan reservoir, akibatnya biaya dari produksi akan terus meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah sebuah inovasi baru menggunakan metode Adsorption Asphaltene Inhibitor. Perbedaan dari metode konvensional adalah pada metode ini menggunakan polimer yang dapat mengadsorbsi karena adanya muatan elektrostatik di dalam polimer Polimer ini akan menimpel disekitar batuan formasi.

Fungsinya untuk menghalangi pengednapan asphaltin di pori-pori batuan dan pipa-pipa. Karena polimer akan emnempel disekitar batuan, maka saat produksi berlangsung polimer akan tetap berada pada batuan. Akbiatnya waktu utnuk melakukan treatment ulang lebih panjang sehingga biaya produksi pun dapat ditekan.

Aplikasi di Lapangan

Penggunaan metode Adsorption Asphaltene Inhibitor sudah terbukti di sumur BOQ-24 and BOQ-20 di lapangan Boquerón, Venezuela. Terlihat dari grafik, kondisi tekanan saat di well head menlonjak tajam saat menggunakan metode Adsorption Asphaltene Inhibitor. Hal ini menyebabkan peningkatan dari produksi minyak sebesar 400 BOPD di lapangan tersebut, dan formasi juga terlindung dari oengendapan aspaltin meningkat dari awalnya 100 hari menjadi 5 bulan.

Gambar 3. BQQ-24 wellhead conditions after the treatment with the adsorption asphaltene inhibitor (Sumber: https://www.onepetro.org)
Gambar 4. Production increments and maintenance of stable production after treatment in BQQ-20 (Sumber: https://www.onepetro.org)

Kesimpulan

Melihat hasil dari lapangan tersebut, dapat disimpulkan dengan menggunakan metode baru selain dpaat meingkatkan produksi, juga dapat menghemat biaya operasi dan produksi karena akan memperpanjang jangka waktu untuk melakukan treatment selanjutnya. Harapannya dengan adanya inovasi Metode Adsorption Asphaltene Inhibitor, penggunaan metode ini dapat dilakukan di lapangan yang lain yang tentunya akan memberikan efieinsi biaya operasi dan peningkatan produksi daripada menggunakan metode konvensional.

Referensi

https://www.onepetro.org/conference-paper/SPE-178980-MS?sort=&start=0&q=innovative&from_year=2016&peer_reviewed=&published_between=on&fromSearchResults=true&to_year=2016&rows=10#