Patra di GFL 2014

1538677_10200694765326641_522028306_n

 

 

 

 

 

Awal tahun 2014 ini, PATRA mengikuti kompetisi sepakbola terbesar di ITB, yakni GFL (Ganesha Football League) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Geofisika TERRA ITB. Dengan masuknya angkatan 2012, menambah amunisi pemain PATRA untuk berlaga di ajang ini. Kapten tim, Feruz Kausar pun menargetkan posisi 3 sebagai target PATRA pada penyelenggaraan GFL kali ini.

Setelah penyeleksian pemain dari 3 angkatan, didapatlah nama-nama berikut yang berjuang mengharumkan nama PATRA di GFL kali ini. Pemain-pemain itu adalah :

2010 :  Feruz Kausar, Aldia Syamsududha, Aris Tristianto, Arka Rahmantya, Bayu Wilantara dan Eko Brahmantyo

2011 :  M. Zaky Faisal, Wahyu Utomo, Wilson Santana, M. Zevni, Dody Widiana, Agung Gede, Hary Siregar, Berman, Rafael Purba, Ardinatha, Rezky Aresta, Brian Kristianto dan Adham Febry

2012 :  Yanuar Tri Utomo, Anggara Putra Bagustama, Prassetio, M. Ridha Ansari dan Deo Bungaran S.H.

Setelah pengundian dilakukan, PATRA bergabung dengan HIMATEK dan GEA dalam grup G. Para pemain cukup optimis dengan hasil pengundian untuk melaju ke babak perempatfinal. Dengan latihan fisik, latihan teknik yang diadakan secara berkala serta komitmen dari para pemain, PATRA pun siap untuk mengikuti GFL 2014 ini.

Match day 1, PATRA vs HIMATEK ( 11 Januari 2014 )

PATRA memulai pertandingan dengan baik, menguasai jalannya pertandingan. Penguasaan bola tersebut berujung manis, ketika sodoran bola dari Aldia berhasil diekseskusi Deo dengan dingin, menchip bola melewati penjaga gawang HIMATEK. Namun, sebelum babak pertama berakhir, stamina serta konsentrasi PATRA berkurang. Akibatnya, 1 gol bersarang di gawang PATRA akibat antisipasi yang kurang baik di kotak penalti setelah eksekusi tendangan bebas HIMATEK melahirkan kemelut. Di babak kedua, PATRA kembali mengambil inisiatif serangan. Tak lama babak kedua berjalan, gol kedua untuk PATRA lahir dari kaki Deo setelah menerima umpan Dody. Setelahnya, PATRA menyerang bertubi-tubi, namun sayang, tidak menghasilkan gol tambahan.

PATRA 2-1 HIMATEK ( Deo (2) )

Match day 2, PATRA vs GEA ( 15 Januari 2014 )

Hanya butuh hasil imbang untuk lolos grup, PATRA tetap menjalankan pola penguasaan bola melawan GEA. Pola ini hanya berjalan sekitar 10 menit, karena GEA yang membutuhkan kemenangan, mengambil inisiatif serangan untuk mencari gol. Serangan demi serangan dilakukan GEA, namun mentah di daerah pertahanan PATRA yang dikawal Agung Gede. Satu serangan balik dimanfaatkan PATRA setelah akselerasi Ibay di sisi kanan berbuah gol setelah Ibay mengirimkan umpan silang ke Rezky. Setelahnya, PATRA bermain defensif untuk menjaga kemenangan. Babak kedua pun berjalan seperti babak pertama. PATRA dikepung oleh serangan-serangan GEA, namun lagi-lagi trio Anggara, Prassetio dan Eko mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Satu serangan lagi berbuah gol, setelah tusukan Aldia memanfaatkan umpan terobosan Deo mampu membuat GEA terdiam. Namun, Aldia yang sempat memprotes wasit akibat terperangkap posisi offside harus menerima kartu merah dan tidak dapat ikut bertanding di babak selanjutnya. Peluit panjang berbunyi dan PATRA lolos ke perempatfinal.

PATRA 2-0 GEA ( Rezky, Aldia)

Setelah pengundian, PATRA harus menghadapi lawan berat di perempatfinal, MTI. Namun semua pemain optimis PATRA mampu menundukkan MTI. Persiapan demi persiapan dilakukan untuk mengalahkan MTI.

Perempat Final, PATRA vs MTI ( 30 Januari 2014 )

gfl

 

 

 

 

 

 

 

 

gfl1Babak pertama dimulai dan MTI langsung mengambil alih jalannya pertandingan. Namun kreasi lini tengah MTI ‘mati kutu’ akibat motor serangan MTI, pemain no.19 dibuat tak berdaya oleh duo defensive midfielder PATRA, Aris dan Wahyu. Serangan yang dibangun pun kurang berbahaya. Sesekali PATRA juga melakukan serangan balik, namun kedua tim bermain kurang efektif.

 

 

 

 

 

gfl2Di akhir babak pertama, MTI mendapat hadiah penalti, akibat Eko salah mengantisipasi kecepatan Satrio. Tendangan dieksekusi pemain MTI dan masuk, namun wasit menganulir dan meninstruksikan untuk mengulan tendangan penalti. Pemain MTI yang sama kembali mengambil penalti, namun kali ini membentur kanan tiang Agung Gede. Babak kedua dimulai, namun tidak ada kejadian menarik karena kedua tim bermain sangat alot. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak extra time.

 

 

 

 

gfl5

 

Pada akhir extra time kedua, malapetaka muncul untuk Timnas PATRA, tendangan gawang yang lemah, dipotong oleh pemain MTI, dan langsung menyodorkan ke pemain no.12 yang tidak dijaga satu pemain pun. Pemain itu pun berhasil membobol gawang Agung Gede. Setelah itu, PATRA menghadirkan sebuah peluang dari kaki Deo, namun tendangan jarak jauhnya hanya membentur tiang gawang dan bola rebound tidak dapat dimanfaatkan Feruz dengan baik. Peluit panjang berbunyi dan PATRA terhenti di perempatfinal.

PATRA 0-1 MTI

 

 

Foto-foto lain saat Patra melawan MTI…

Capture

 

 

 

 

 

 

 

 

gfl4