POLEMIK BABAKAN SILIWANGI

Mungkin masih segar diingatan kita saat pertengahan mei masyarakat kota bandung menaruh perhatian pada kawasan yang disebut baksil ini .sekelompok orang yang peduli dengan Babakan Siliwangi berkumpul di Babakan Siliwangi untuk melakukan  protes berupa orasi, atraksi kesenian, pembukaan seng yang menutupi Babakan Siliwangi, dan menyampaikan penolakan kepada Pemerintah Kota. Aksi itu bukan tanpa sebab,pemicunya adalah Minggu 12 Mei 2013, PT EGI mengumumkan bahwa mereka telah mendapat  izin mendirikan bangunan (IMB) dan akan merealisasikan rencana pembangunan restoran di Babakan Siliwangi.Protes warga yang jelas sebabnya karena pada hakikatnya Babakan Siliwangi adalah hutan kota dan ruang publik milik warga.definisi ruang publik sendiri ialah tempat  yang di dalamnya warga kota dapat belajar, bermain, beraktivitas, dan jauh dari kata komersial dalam bentuk apa pun. Baksil harus tetap menjadi ruang bagi masyarakat, bukan ruang yang dikomersialisasikan demi sebagian orang atau pihak tertentu.. Pemerintah Kota dan PT EGI berambisi menguasai Babakan Siliwangi dan mengkomersialisasikankawasan ini dibanding  menjadi ruang publik.Seperti kita ketahui bersama saat ini polusi udara menjadi masalah yang serius khususnya di kota besar seperti Bandung ,yang angka penjualan kendaraan bermotornya selalu meningkat dari tahun ke tahun maka sudah seharusnya kita memberi perhatian lebih pada masalah ini.

PIC1_POLEMIK BABAKAN SILIWANGI

Pada saat berbincang  dengan salah satu warga yang menggantungkan hidupnya di kawasan ini Pak Yusuf juga tidak setuju karena lingkungan yang hijau adalah harga mati,dia mengaku telah mendengar ini sejak satu tahun yang lalu.Beliau juga mengatakan PT EGI menjanjikan jika daerah ini tetap ada kawasan hijaunya namun ditambah dengan saung-saung khas sunda untuk restaurant.Sepengatahuan beliau warga disini terbagi menjadi 2 ada yang pro ada yang kontra,kebanyakan warga yang pro ­­­­­adalah warga yangmemgharapkan lapangan kerja disini,karena PT EGI sendiri menjanjikan sebagian besar pekerja disana adalah warga yang tinggal di daerah sekitar baksil.

Pada tanggal 27 Juni 2013 Pemerintah kota Bandung mencabit izin mendirikan bangunan (IMB) yang sebelumnya diberikan kepada PT EGI tersebut. Pencabutan IMB tersebut ditandatangani oleh  Dr. H. A. Maryun Sastrakusumah MH selaku Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) kota Bandung.

PIC2_POLEMIK BABAKAN SILIWANGI

Seperti kita lihat bahwa factor yang membuat dicabutnya IMB Restoran di Babakan Siliwangi adalah kareba IMB tersebut bertentangan dengan UU 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang dan Perda No. 18 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung. Faktor lain adalah karena aksi aktivis lingkuangan dan warga setepat yang tergabung dalam “Forum Warga Peduli Babakan Siliwangi” (FWPBS). Protes tersebut berlangsung massive, berupa arak-arakan dari babakan siliwangi ke balai kota dengan membawa petisi yang ditandatangain lebih dari 7000 orang yang menentang privatisasi, komersialisasi dan alih fungsi hutan kota itu.

Sebagai mahasiswa tentunya kita tidak bisa tinggal diam jika ada yang tidak sesuai terhadap apa yang harus menjadi milik masyarakat umum,sebagai agent of change mahasiswa harus memperjuangkan segala yang tidak tepat menjadi sesuatu yang sesuai pada hakikatnya. HMTM PATRA sebagai Himpunan Yang Besar dan Kuat harus senantiasa peka dan tanggap serta aktif dalam mengkaji masalah-masalah sosial demi menyuarakan aspirasi dan solusi untuk kepentingan seluruh elemen masyarakat.  PIC3_POLEMIK BABAKAN SILIWANGI

PENULIS

AHMAD ZULFIKAR 12211082

JULI 2013

Ahmad Zulfikar_12211082

KAJIAN STRATEGIS “KASTRAT” HMTM PATRA ITB 2013/2014