PILWALKOT BANDUNG 2013

Pemilu pastilah bukan lagi hal asing bagi kita. Saat pemilihan presiden negara, gubernur, wali kota, bahkan setiap pemilihan kepala organisasi dalam kampus pun hampir selalu ada kegiatan pemilu. Pemilu memang memiliki arti yang dapat dipersempit dan diperluas.

Pemilu dalam arti sempit yaitu pemilu Negara dapat dibagi dalam beberapa jenis. Berdasarkan daftar peserta partai politik dapat dibagi menjadi terbuka (memilih calon dari peserta parpol) dan tertutup (memilih parpol). Sedangkan berdasarkan perhitungan suaranya dapat dibagi menjadi distrik (sederhana) dan proporsional (lebih kompleks dengan mempertimbangkan bilangan pembagi pemilih).

Dalam semua jenis pemilu terdapat kesamaan, konstituen memiliki hak untuk memilih atau tidak memilih. Keduanya sama-sama memiliki pengaruh dalam penentuan hasil dari sebuah pemilu. Sebagai masyarakat sipil yang terpelajar kita juga memiliki kemampuan untuk berpikir kemudian mengambil keputusan untuk memilih calon terbaik dari yang tersedia.

PIC1_PILWALKOT BANDUNG

Orang-orang terpelajar memiliki pemikiran yang lebih luas untuk menentukan kemana arah berkembangnya daerah dengan memilih pemimpin yang terbaik. Sebagai mahasiswa kita tentu perlu untuk memikirkan daerah tempat kita menuntut ilmu. Pemilu Jawa Barat tel  ah berlalu. Kini tiba giliran Bandung yang akan memilih pemimpin barunya.

Dalam setiap pemilu pasti selalu ada interversi dari makhluk-makhluk bejat yang hanya memikirkan kepentingan perutnya. Mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan untuk kemudian memanfaatkan kekuasaan tersebut bagi keuntungan pribadi atau kelompoknya saja (abuse of power). Orang-orang ini akan memanfaatkan keterbelakangan pendidikan dari penduduk yang tidak mampu untuk sekolah dengan cara-cara kotor seperti money politic agar mereka dipilih. Tentu cara ini tidak berlaku bagi orang yang sudah mengerti. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa haruslah yang menjadi penentu siapa yang pantas memimpin rakyat.

Dalam Pemilihan Wali Kota Bandung yang telah dilaksanakan pada 23 Juni 2013 lalu terdapat empat pasang calon dari jalur perseorangan dan empat calon dari jalur partai politik sehingga sekarang jumlah total dari calon yang telah mendaftar ke KPU adalah delapan pasang. Nomor urut calon-calon tersebut adalah sebagai berikut:

  • Edi Siswandi – Erwan  Setiawan (Demokrat, PPP, dan 5 Parpol non-parlemen)
  • Wahyudin Karnadiata – Tony Apriliani (perseorangan)
  • Wawan Dewanta – M Sayogo (perseorangan)
  • Ridwan Kamil – Oded Danial (PKS dan Gerindra)
  • Ayi Vivanda – Nani Suryani (PDIP dan PAN)
  • M Qudrat Iswara – Asep Dedy (Golkar, PDS, dan 15 Parpol non-parlemen)
  • Budi Setiawan – Rizal Firdaus (perseorangan)
  • Bambang Setiadi – Alex Tahsin (perseorangan)

PIC2_PILWALKOT BANDUNG

Bandung memiliki segudang PR yang mesti diselesaikan. Dari hasil kesepakatan KM-ITB Gentlement Agreement yang akan disampaikan kepada para cawalkot diantaranya ada aspek lingkungan yaitu perlunya penyediaan tempat sampah dan sistem pengolahan sampah secara terpadu, pemberian edukasi tentang kesadaran pembuangan sampah padatempatnya dan kesadaran akan pemilahan sampah sejak dini, serta regulasi yang jelas dan tegas tentang.

Dari aspek tata ruang, juga perlu diadakannya pengesahan serta penjaminan dari Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung. Termasuk didalamnya penyediaan dan penjagaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Penataan perumahan penduduk dan lingkungan kumuh, dan Pemusatan Kegiatan masyarakat.

Dari  aspek infrastruktur diantaranya perlunya perbaikan dan pemeliharaan kualitas jalan raya, perbaikan dan penyediaan sistem drainase yang baik, perbaikan sarana bagi pedestrian, perbaikan kualitas dan peremajaan armada dan pangkalan, transportasi missal, pengadaan sarana transportasi massal alternatif yang aman, nyaman, dan disiplin. Serta pengadaan fasilitas penerangan jalan dan penjaminan keamanan bagi pejalan kaki dan pengemudi kendaraan.

Aspek lain yang juga dijadikan sebagai Gentlemen Agreement adalah perlunya penjaminan ketersediaan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terbuka, dan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, penjaminan nilai budaya sunda dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu juga diharapkan terciptanya pemerintahan yang transparan, adanya sinergisasi yang jelas antara pemerintah dengan komunitas-komunitas pemuda yang ada di Kota Bandung dalam menentukan
arah pembangunan kota dan penambahan lapangan pekerjaan untuk meningkatakan taraf kesejahteraan masyarakat Bandung.

PIC3_PILWALKOT BANDUNG

Metode pengawasan komitmen walikota terpilih nantinya akan diadakannya jalur komunikasi antara ITB dan pemerintah dan adanya forum pertanggungjawaban dari pemerintah di akhir kepengurusannya.

Pemilihan Walikota sudah berlangsung 23 Juni 2013. Pada Hari Jumat, 28 Juni 2013, bertempat di Bandung Convention Center (BCC) Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan bahwa pasangan nomor urut 4 Ridwan Kamil – Oded M Danial sebagai Walikota Bandung Terpilih. Pasangan dengan jargon “Bandung Juara” berhasil meraih 434.130 suara dari total 959.647 suara sah atau sekitar 45,24 persen. Dari 30 kecamatan yang didata, pasangan tersebut berhasil unggul.

Dana yang dianggarkan untuk pilwalkot lalu adalah Rp 55,7 miliar untuk 2 putaran. Karena pilwalkot dapat terselesaikan dalam 1 putaran maka KPU akan mengembalikan sisa dana ke kas daerah. Anggaran untuk pilwalkot pertama adalah sebesar Rp 38 miliar.

Kita sebagai mahasiswa ITB yakni insan yang cerdas dan sebagai masyarakat bandung secara selayaknya dapat mengawal serta berpartisipasi aktif dalam pemilu dan keberjalanan pemerintah kota Bandung yang baru ini agar Kota Bandung tempat kita menuntut ilmu ini menjadi tempat yang lebih nyaman dan kondusif untuk beraktivitas produktif.

PENULIS

FIRDAUS FADHLULLAH DESIGNERINDY 12211067

JUNI 2013

Firdaus Fadhlullah Designerindy_12211067

KAJIAN STRATEGIS “KASTRAT” HMTM PATRA ITB 2013/2014