PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DI ITB GANESHA, TEPATKAH?

PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DI ITB GANESHA, TEPATKAH?

Pernahkan kalian mengamati kondisi kampus ITB sekarang? Toilet yang direnovasi secara serempak, pembongkaran gedung-gedung lama, renovasi aula timur dan barat, sampai penutupan lahan parker utara. Hal-hal tersebut adalah sebagian dari kebijakan ITB dalam merevitalisasi fasilitas di kampus tercinta kita. Selain revitalisasi fasilitas lama, ITB juga mempunyai rencana untuk membangun gedung-gedung baru.

1

ITB dengan semboyannya, in harmonia progressio, bercita-cita menjadikan dirinya sebagai World-Class University (WCU). Oleh karena itu, ITB merencanakan pembangunan gedung baru di area kampus Ganesha guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain di dunia. Ada empat gedung utama yang menjadi target ITB untuk diselesaikan tahun 2014, gedung-gedung tersebut adalah Center for Advanced Studies (CAS), Center for Research and Community Service (CRCS), Center for Arts, Design and Language (CADL), dan Center for Infrastructure and Built Environtment (CIBE).

Selain empat gedung diatas, ada satu gedung lagi yang sekarang sedang dibangun dan dalam proses finishing, yaitu gedung minera energi. Untuk gedung yang satu ini, kita semua sebagai masa PATRA pasti sudah tahu dimana letaknya, ya, di samping sekre himpunan kita. Gedung yang rencananya akan disambung dengan gedung teknik perminyakan ini akan berfungsi sebagai gedung riset dan laboratorium keenergian dan sebagian menjadi kantor dari prodi teknim perminyakan.

2

Rencana pembangunan gedung-gedung baru tersebut didukung oleh pemerintah dalam bentuk bantuan dana pembangunan. Namun untuk membangun gedung dengan fasilitas bertaraf internasional tersebut dibutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga selan dari pemerintah, ITB juga memdapatkan pinjaman dari JICA (Japan International Cooperation Agency) dan tembahan dari donatur seperti masyarakat pada umumnya dan Alumni pada khususnya.

Area pembangunan gedung baru yang terletak di area kampus Ganesha perlu mendapat sorotan. Memang area kampus Ganesha merupakan pusat dari kampus ITB sehingga pembangunan gedung bertaraf internasional tersebut dilakukan disini. Namun jika dilihat dari jumlah populasi mahasiswa di area kampus Ganesha yang berjumlah 22.750 orang (harusnya berkapasitas 15.000 orang), area kampus Ganesha sudah sangat overkuota dan tidak layak untuk dilakukan lagi pembangunan gedung baru. Untuk mengakalinya ITB memilih untuk membongkar gedung lain untuk menyediakan lahan bagi gedung baru tersebut.

Masalah overkuota ini menjadi semakin terlihat ketika semakin banyaknya lalu lalang pekerja bangunan dan kendaraan yang membawa barang bangunan ke dalam ITB. Contohnya di himpunan PATRA sendiri, kita bisa melihat material-material bangunan yang tergeletak di depan himpunan, tukang bangunan yang ikut nongkrong di depan himpunan terasa sedikit mengganggu.

3

Rencana pembangunan gedung baru dan revitalisasi semakin terasa kontra mahasiswa, karena revitalisasi tidak dilakukan terhadap gedung yang vital bagi aktivitas mahasiswa di kampus, yaitu GSG dan area parkir utara. Hal ini menyebabkan mahasiswa yang dahulunya menggunakan kedua area tersebut harus mencari area baru untuk tetap melakukan aktivitasnya. GSG misalnya, UBT harus menyewa GOR di PDAM atau di Cisitu setiap kali mereka bermain bulu tangkis. Untuk area parker utara, penutupan area parker tersebut menimbulkan masalah pada membludaknya area parker yang lain sampai kadang mahasiswa kehabisan lahan parker di area parker ITB sendiri dan harus parker di tempat lain.

Selain masalah lahan, rencana pembangunan gedung baru ini mempunyai masalah pada nilai budaya dan estetika gedung di ITB. Untuk informasi, keempat gedung tersebut rencananya akan dibangun setinggi 10 lantai dan 1 lantai bawah tanah. Untuk gedung CIBE yang rencananya akan dibangun di area sebelah barat prodi Fisika, gedung setinggi itu akan merusak nilai budaya gedung-gedung bagian depan ITB yang berarsitektur tradisional dan sudah diakui UNESSCO sebagai bangunan cagar budaya.

Untuk nilai fingsionalnya, rencana pembangunan gedung-gedung baru ini akan mengefisienkan gedung-gedung lainnya. Sebagai contoh adalah pusat bahasa yang akan dipindahkan dari Labtek VII ke gedung CADL. Labtek VII sebenarnya adalah gedung prodi Farmasi, sehingga apabila pusat bahasa dipindahkan, ruangan yang awalnya digunakan untuk kantor pusat bahasa dapat digunakan untuk kegiatan akademik prodi Farmasi, seperti ruang kelas maupun ruang seminar. Keefisienan gedung juga dipertanyakan karena banyaknya jadwal kuliah yang tidak seperti semestinya karena ruangan yang tidak ada. Hal ini harusnya menjadi perhatian ITB. Sehingga pada rencana pembangunan gedung baru ini harusnya ITB mengalokasikan ruangan yang dipindahkan ke gedung baru menjadi ruang kelas.

Rencana pembangunan gedung-gedung baru di ITB memang memiliki banyak kendala. Namun jika dilihat dengan seksama pembangunan gedung baru ini mempunyai maksud untuk menyediakan fasilitas akademik dan penelitian yang berstandar internasional guna menjadikan ITB lebih baik dan menuju cita-cita ITB menjadi World-Class University. Untuk itu pengawasan harus tetap dilakukan terhadap proses pembangunan agar hasilnya sesuai dengan harapan setiap insan akademisi di ITB. Sebagai masa PATRA, kita harus lebih peka dan kritis terhadap perkembangan rencana pembangunan gedung-gedung baru ini. Karena kekritisan kita dapat membuat rencana ini menjadi lebih bermanfaat bagi ITB secara umumnya, maupun kita, masa PATRA khususnya, sebagai bagian dari mahasiswa di ITB kita tercinta.

Karena Bakti kami, untuk-Mu Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

POSTER KASTRAT-PEMBANGUNAN GEDUNG ITB

PENULIS

Capture

KURNIA AGUNG ARIEF  12212102

SYAUQI ALAWI                 12212067

FEBUARI 2014