KORUPSI DI DUNIA MIGAS

Korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Korupsi dapat terjadi dalam bentuk Penyuapan (bribery), embezzlement, fraud, extortion, dan favouritism. Korupsi dapat terjadi dimanapun juga, bahkan di dunia migas seringkali terjadi kasus korupsi. Dalam dunia migas, dikenal pula istilah mafia migas. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan mafia migas?

Mafia migas adalah seseorang atau sekelompok orang yang menyalahgunakan perannya di industri migas demi memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri atau kepentingan kelompok tertentu. Mafia migas dapat berasal dari berbagai pihak di industri migas, yaitu Perusahan Minyak dan Gas (baik perusahaan swasta maupun perusahaan nasional), Badan Usaha Milik Negara, serta oknum-oknum legislatif maupun eksekutif yang terlibat dalam suatu proyek perminyakan.

Banyak sekali kasus korupsi yang terjadi dalam dunia migas. Salah satu contohnya adalah kasus korupsi oleh perusahaan Chevron. Pada kasus ini, yang menjadi tersangka adalah Direktur PT Sumigita Jaya, yaitu Herland bin Ompo. Permasalahan yang menjadi titik utama kasus ini adalah ketika PT Chevron mengadakan proyek bioremediasi lahan di lokasi penambangan di Riau pada tahun 2000-an. Untuk menentukan perusahaan mana yang akan menjalankan proyek bioremediasi tersebut, Chevron Pacific Indonesia (CPI) melakukan proses lelang. Setelah dilakukan proses lelang tersebut, akhirnya PT Sumigita Jaya dinyatakan sebagai pemenang proyek tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, masalah maslaah mulai bermunculan. Setelah diusut lebih lanjut, ternyata terkuak fakta bahwa ternyata perusahaan PT Sumigita Jaya tersebut bukanlah sebuah perusahaan yang memiliki kapabilitas di bidang bioremediasi tersebut. Bahkan, setelah diperiksa lebih lanjut lagi, perusahaan tersebut tidak memiliki laboratorium yang memadai. Dalam kasus ini, sudah terjadi perbuatan yang koruptif dalam industri minyak dan gas.

Contoh lain dari kasus korupsi di dunia migas adalah kasus Innospec. Kasus dugaan korupsi pengadaan Tetra Ethyl Lead (TEL) ini berawal dari putusan bersalah terhadap Innospec selaku korporasi di Inggris dan Amerika Serikat terkait dugaan penyuapan kepada para pejabat di berbagai Negara, termasuk di Indonesia terkait TEL. KPK dan Serious Fraud Office (SFO) mengadakan kerja sama penyidikan guna menangani perkara dengan tersangka Direksi Innospec dan pejabat di Indonesia yang menerima suap.

Mengapa kasus korupsi dapat terjadi di dunia migas? Salah satu alasannya adalah karena SKK Migas tak berdaya memberantas korupsi sendirian. Juru Bicara SKK Migas, Elan Budiantoro mengatakan bahwa pihaknya hanyalah bagian kecil dari sub sistem yang ada. Dia juga menuturkan bahwa kewenangan SKK Migas tidak terlalu besar dalam hal pengawasan dan penindakan. Selain itu, alasan lainnya adalah karena dari pihak KPK dan SKK Migas, yang seharusnya bertanggung jawab dalam mengawasi keberjalanan industri migas, masih saja terlibat dalam kasus korupsi. Yang menjadi masalah lainnya adalah karena kebanyakan orang orang yang ada di SKK Migas itu sendiri tidak memiliki latar belakang dari dunia migas. Walaupun ketika mereka mendapat pelatihan di awal, namun masih saja ada kemungkinan merekka tidak terlalu memahami industri migas dari segi keteknikannya.

Apabila kita berkaca ke negara luar yang tingkat kasus korupsinya lebih rendah, misalnya Denmark, kita dapat melihat adanya perbedaan sistem. Denmark adalah negara dengan tingkat korupsi yang paling rendah di dunia. Namun, Denmark tidak memiliki suatu instansi yang mengawasi dan menyidik kasus korupsi. Kita pasti bingung mengapa Denmark bisa menjadi negara dengan tingkat korupsi paling rendah namun tidak ada instansi seperti KPK yang mengawasi terjadinya kasus korupsi. Ternyata yang lebih unik lagi, Denmark memiliki sebuah lembaga pemberantasan korupsi di tiap-tiap perusahaan maupun lembaga Negara. Dan ternyata, sistem ini berjalan dengan sangat efektif di Negara tersebut. Siapapun dapat melaporkan terjadinya kasus korupsi tanpa birokrasi yang sulit.

Apabila kita melihat lebih dalam, sebenarnya akar akar yang memicu terjadinya korupsi ada dua, yaitu dari pribadi dan dari sistem. Secara sistem sudah banyak dibahas di paragraph-paragraf diatas. Namun, bagaimana dengan sisi kepribadian? Sebenarnya, sikap koruptif sudah mulai tumbuh sejak kita kuliah, bahkan di bangku sekolah dasar sudah terdapat bibit-bibit bangsa yang koruptif. Salah satu contoh kecil dari prilaku korupsi adalah mencontek. Mengapa mencontek disebut korupsi? Karena dengan mencontek, kita mengambil jawaban yang merupakan hasil belajar seseorang, yang berarti kita mengambil hal yang seharusnya bukan milik kita. Hal ini sangat bertentangan dengan konsep integritas. Oleh karena itu, kita harus memulai memberantas korupsi dari hal-hal yang kecil, yaitu mencontek. Bagaimana caranya? Berdasarkan perbincangan yang telah kami adakan, hal itu dapat dicapai dengan dua metode.

Metode yang pertama adalah dengan menjadikan Pendidikan Anti Korupsi sebagai suatu mata kuliah yang wajib di kampus. Salah satu masalah yang seringkali dihadapi orang-orang yang terlibat kasus korupsi adalah kurang sadarnya mereka terhadap hal hal yang dapat disebut perbuatan korupsi. Sehingga, misalnya, ketika suatu pihak memberikan mereka sebuah hadiah, mereka menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar, sehingga mereka menerimanya tanpa pikir panjang. Oleh karena itu, masyarakat seharusnya diberi sebuah pencerdasan mengenai hal-hal yang termasuk kedalam prilaku prilaku korupsi dan memberikan penekanan mengenai dampak buruk dari prilaku korupsi, baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Dengan begitu, masyarakat dapat menjadi lebih sadar mengenai prilaku-prilaku koruptif, dan untuk selanjutnya dapat lebih menahan diri.

Sebenarnya, cara yang paling mudah untuk memberantas korupsi adalah dengan melaporkan segala bentuk tindakan korupsi yang kita temui. Karena dengan begitu para koruptor akan merasa jera dan was was tiap kali hendak melakukan tindakan korupsi, karena ia sadar sangat besar kemungkinan perbuatannya itu dapat dilaporkan. Namun, seringkali kita merasa sulit untuk melakukannya. Karena, ada kalanya orang orang yang kita dapati melakukan korupsi adalah orang orang yang terdekat dengan kita. Sehingga, terdapat sebuah rasa takut apabila kita melaporkan orang tersebut, hubungan baik antara kita dan orang tersebut dapat menjadi rusak. Oleh karena itu, kecenderungan kita untuk melaporkan tindakan korupsi dapat ditingkatkan dengan membentuk sebuah Duta Anti Korupsi di tiap kampus.

Cara kerja Duta Anti Korupsi sendiri sebenarnya cukup sederhana, dimulai dari diri sendiri dengan mengawasi dan melaporkan orang-orang yang melakukan tindakan mencontek ketika ujian sedang berlangsung. Namun, pastinya apabila kita langsung melaporkan orang orang yang mencontek tersebut, hubungan baik antara kita dan orang orang tersebut dapat menjadi rusak. Oleh karena itu, kita dapat memberi orang orang tersebt sebuah peringatan terlebih dahulu hingga beberapa kali. Namun, apabila mereka tetap saja masih mencontek, barulah kita dapat melaporkan orang tersebut. Karena, pada dasarnya, apabila seseorang membiarkan saja seseorang melakukan tindakan korupsi, sesungguhnya orang tersebut ikut memiliki andil dalam prilaku korupsi tersebut.

Oleh karena itu, hendaknya prilaku-prilaku korupsi dan koruptif di cegah dan di berantas sedini mungkin.

 

Rangkuman Kopi Sore Oktober Oleh:

Nikolas Nico Calvin Alexandro – 122 15 036