BADAI PROTES DI TIMUR TENGAH

Saat ini Stasiun televisi di timur tengah tengah gencar memberitakan siaran langsung demonstarsi warga di Negara-negara timur tengah “Arab Spring”.  Ratusan orang berkumpul di berbagai alun-alun kota dengan membawa spanduk dan bendera Negara. Setiap orang yang ikut berdemo mengelukan tuntutan yang sama yakni “Kami rakyat menuntut turunnya rezim pemerintahan”.

Rangkaian demonstrasi yang terjadi ini bermula pada 18 Desember 2010 lalu. Di Tunisia seorang pria bernama Mohamed Bouazizi membakar dirinya sendiri dalam rangka melakukan demonstrasi. Atas kejadian itu ia dikenang sebagai “Tunisian Burning Man” dan dinobatkan majalah The Times sebagai “person of the year” 2011. Peristiwa tersebut membangkitkan demosntrasi di seantero timur tengah.

 tunisian burning man

Tunisian Burning Man

Dengan bantuan teknologi komunikasi, epidemic ini telah menular dari satu Negara ke Negara lain. Salah seorang demonstran di Mesir menyatakan bahwa social media seperti twitter dan facebook telah menjadi senjata ampuh untuk mengajak dan mengumpulkan warga untuk turun berdemo di jalan. Long March ke jalan merupakan cara demonstrasi yang lazim dilakukan warga.

Terhitung pada September 2012 sudah ada 4 rezim pemerintahan yang lengser akibat aksi demosntrasi tersebut yakni:

  • Presiden Tunsia, Zine El Abidine Ben Ali, 14 January 2011
  • Presiden Mesir, Hosni Mobarak, 11 Febuary 2011
  • Presiden Libya, Muammar Gaddafi, 23 Agustus 2011
  • Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, 27 Febuary 2012
  • Presiden Mesir, Mohamed Morsi, 3 July 2013

timeline arab spring

Bagan Timeline Arab Spring

(Sumber : The Economist)

Faktor-faktor penyebab demontrasti yang meluas di Negara-negara teluk Persia ini antara lain adalah:

  • Terdapatnya disparitas mencolok terhadap pendapatan masyarakat
  • Kepemimpinan pemerintah yang dictator
  • Penurunan tingkat ekonomi Negara
  • Meningkatnya tingkat pengangguran
  • Meningkatknya jumlah warga miskin
  • Banyak terjadinya kasus korupsi
  • Kaum Muda yang menolak status quo
  • Meningkatnya harga pangan
  • Intervensi dari pihak luar untuk mencapai agenda tertentu

demosntrasi timteng

Demontrasi di Timur Tengah

Namun aksi demonstrasi ini banyak menimbulkan kerugian yakni kerugian finansial, korban jiwa serta timbulnya perang sipil di berbagai Negara seperti contohnya di Syria. Konflik perang sipil di Syria sudah berlangsung semenjak 15 Maret 2011. Perseturuan terjadi antara pasukan President Syria Bashar al-Assad dengan Pasukan opisisi. Peperangan ini tak luput dari intervensi pihak luar yakni Negara Iran, Iraq, Russia yang mendukung President Assad dan Negara Arab Saudi dan Mayoritas Negara Barat (AS, Perancis dll) yang mendukung kaum oposisi.

syrian civil war

Perang Sipil di Syria

Total korban jiwa dalam keseluruhan aksi demonstrasi di Timur Tengah mencapai angka 140,000 jiwa, sedangkan Jumlah korban jiwa di Syria sendiri sudah memasuki angka 100,000 jiwa. Kerugian finansial yang terjadi akibat epidemic demonstrasi di timur tengah pada tahun 2011 sendiri sudah mencapai 100 Billion Dollar AS.

Sebuah fakta yang mencenangkan mengingat tendensi dari demonstrasi yang akan terus berlanjut. Bukan tidak mungkin Negara kita tercinta Indonesia tidak luput dari epidemic ini. Bukan tidak mungkin di kemudian hari nanti terdapat Asia Spring atau Asean Spring. Mengingat Negara kita juga memiliki permasalahan politik dan sosial yang mirip dengan yang terjadi di timur tengah. Juga Negara kita tak asing dengan kegiatan demonstrasi, bahkan warga Indonesia sudah piawai dalam melakukannya.

Kita sebagai mahasiswa ITB adalah tonggak perubahan bangsa kedepan. Kaum muda merupakan entitas yang memiliki dampak krusial bagi Negara. Seperti yang terjadi di Timur Tengah, kaum muda merupakan actor utama dalam pergerakan disana. Sejak dini kita perlu lebih kritis, solutif dan kontributif dalam menanggapi permasalahan sosial dan politik baik yang menyangkut kepentingan orang banyak maupun kepentingan diri kita sendiri sehingga kedepannya kita dapat berkontribusi secara optimal untuk bangsa dan Negara. Bung Karno pernah berkata “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya kuguncang dunia”.

PENULIS

MUHAMMAD ISMAIL RENDHI PRAKOSO 12210067

AGUSTUS 2013

Rendhi Prakoso Kastrat HMTM Patra

KAJIAN STRATEGIS “KASTRAT” HMTM PATRA ITB 2013/2014